
Mampir di kota Situbondo cukup lama, sekitar 30 menit hingga 1 jam. Terus berangkat lagi deh menuju Banyuwangi. Terasa lelah sekali perjalanan menuju Banyuwangi ini, coz jalanannya lurus terus, sepertinya g sampai-sampai perjalanan ini. Melihat papan penunjuk jalan, Banyuwangi dipanahkan lurus ke-atas, aku pikir ah sebentar lagi sampai Banyuwangi, jalan beberapa kilometer kemudian ada penunjuk jalan lagi Banyuwangi panah ke atas yang artinya lurus terus, wah belum sampai juga toh. Lewat lagi ada ada penunjuk jalan Banyuwangi masih lurus terus, aduh-aduh kok g sampai-sampai ya. Posisi bawa motor saat itu sudah berbagai gaya dicobain, coz bujur alias bokong terasa panas sekali menempel terus di jok motor, dari posisi lurus kedepan, geser dikit miring ke kanan, ke kanan pegel, geser lagi ke tengah, tengah pegel, geser ke kiri, sampai berdiri bawa motor dah dilakuin semua, tapi kok g sampai juga Banyuwangi. Cape rasanya badan ini hehe..tapi semangat terus menggebu-gebu, karena lihat di peta antara jarak kota situbondo ke banyuwangi g terlalu jauh, hehehe..namanya juga peta sejengkal pun g sampe ;p.
Perjalanan dari kota Situbondo menuju Banyuwangi ini yang kurasa paling melelahkan, ya mungkin kumulatif dari perjalanan2 sebelumnya, karena badan belum direbahin lagi alias tidur. Tidur terakhir hanya di kota Semarang tepatnya di Ungaran, habis itu g tidur-tidur lagi, bawa motor terus sepanjang hari, pegel punggung, bokong panas, tangan pegel tarik gas, tarik kopling, kaki pegel nginjek rem, ganti persneleng, ya Allah kapan sampainya di Banyuwangi.
Ada hal menarik selama perjalanan menuju Banyuwangi, kebetulan si izul bilang, kita akan melewati tengah hutan yang panjangnya sekitar 40 km, habis hutan itu kita dah sampai di Banyuwangi. Wah makin semangat aja kan mau sampai di Banyuwangi. Setelah jalan beberapa lama, akhirnya sampai juga di hutan yang si izul ceritakan. Sebenarnya itu sebuah proyek taman wisata atau apa gitu, aku lupa waktu baca ada plangnya, "Anda memasuki wilayah taman bla bla", aku pikir ini mah bukan taman, tapi hutan. Luar biasa gelapnya, sampai-sampai karena kebetulan motorku kalo ada jalan agak naik kalo g dikebut motor bakalan tersndat jalannya, lagipula boncengan juga sama pa malih. Ya sudah dua motor dibelakang buckman sama izul aq susul, aku kebut si macana lewati hutan yang gelap gulita. Juga g habis pikir, gimana kalo motor ini mogok atau ban bocor, coz sama sekali ga ada bengkel ataupun rumah penduduk di hutan ini, tidak bisa dibayangkan deh pokoknya tantangannya hehehe. Kecepatan si macan 80-100 kpj (kilometer per jam) di hutan tersebut, sudah tidak peduli tengok kanan kiri belakang, yang penting kebut terus. Suasana di hutan itu memang agak mencekam, karena motorku sendiri yang lewat, ada beberapa mobil pribadi yang lewat, tapi jaraknya jauh sekali. Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan deh pokoknya hehehe.
Selagi si macan berlari hingga 100 kpj, terlihat ada gapura yang bertuliskan "Selamat datang di Kabupaten Banyuwangi", alhamdulillah ku berkata dalam hati, akhirnya sampai juga Banyuwangi. Hutan sudah terlewati, sekarang aku tinggal menunggu buckman dan izul yang tertinggal jauh di belakang. Tak lama berselang 5-10 menit mereka sampai juga, dan perjalanan dilanjutkan kembali.
Aku pikir pelabuhannya tinggal di depan se
dikit dekat gapura selamat datang itu, g taunya masih jalan lagi beberapa kilometer, waduh belum sampai juga toh. Tapi ketika melihat ada dermaga disana dan kapal-kapal laut, akhirnya kami tiba di pelabuhan Ketapang kabupaten Banyuwangi. Bayar tiket masuk untuk motor Rp 12.500, untuk orangnya Rp 5.000 saja, dan setelah itu naiklah kita ke kapal menuju pelabuhan Gilimanuk Pulau Bali, mantap bro.
Alhamdulillah sampai juga diri ini ke Pulau Bali, maklum baru sekali ke Bali, naik motor lagi ke Balinya hehehe...(to be continued)